SebiSocialFund.org

KAJIAN RUTIN KEMAHASISWAAN INSTITUT SEBI

Pada hari Kamis, tanggal 7 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Kajian Rutin Kemahasiswaan Institut SEBI yang bertempat di lingkungan masjid kampus Institut SEBI. Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan pembinaan dan penguatan nilai-nilai keislaman yang secara rutin diselenggarakan oleh bidang Kemahasiswaan Institut SEBI sebagai sarana peningkatan spiritualitas, akhlak, dan pemahaman keagamaan mahasiswa.

Kajian berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh mahasiswa, civitas akademika Institut SEBI, serta masyarakat sekitar yang turut hadir dengan antusias untuk mengikuti rangkaian kajian. Kehadiran masyarakat sekitar menunjukkan besarnya perhatian dan semangat bersama dalam menghadiri majelis ilmu serta mempererat hubungan antara kampus dan lingkungan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, pemateri menyampaikan kajian bertema “3 Pilar Nasihat”, yang membahas pentingnya adab dan hikmah dalam memberikan nasihat kepada sesama.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam menyampaikan nasihat, yaitu:

  1. Ada adabnya;
  2. Ada kadarnya; dan
  3. Ada dampaknya.

Ketiga hal tersebut menjadi prinsip penting agar nasihat yang diberikan dapat diterima dengan baik dan memberikan pengaruh positif bagi orang yang menerimanya. Pemateri menjelaskan bahwa nasihat pada hakikatnya ibarat obat. Meskipun terasa pahit bagi seseorang yang menerimanya, namun kepahitan tersebut merupakan awal dari proses penyembuhan dan perbaikan diri.

Selain itu, disampaikan pula bahwa seseorang yang memberikan nasihat hendaknya senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan hidayah melalui lisannya. Dalam menyampaikan nasihat, seseorang tidak boleh merasa lebih mulia ataupun memandang rendah orang yang dinasihati. Nasihat harus disampaikan dengan penuh kasih sayang, ketulusan, dan niat untuk saling memperbaiki dalam kebaikan.

Pemateri juga memberikan perumpamaan bahwa orang yang menerima nasihat sejatinya seperti seseorang yang sedang berdiri lalu terdapat ular pada tubuhnya. Ketika ada orang lain yang memberitahukan keberadaan ular tersebut, maka seharusnya ia bersyukur kepada orang yang telah menegurnya, karena teguran tersebut menjadi bentuk kepedulian dan upaya menyelamatkan dirinya.

Dalam kajian tersebut turut disampaikan kisah seorang laki-laki saleh bernama Habib bin Najjar pada masa dakwah para Rasul di kota Antokhia. Diceritakan bahwa masyarakat kota tersebut sangat sulit menerima nasihat dan dakwah kebenaran, sehingga Allah SWT mengutus para Rasul kepada mereka. Ketika para Rasul datang, Habib bin Najjar justru bersegera mendukung dan mengajak masyarakat untuk mengikuti para Rasul tersebut.

Pemateri menjelaskan bahwa meskipun Habib bin Najjar mendapat ujian berat dalam perjuangan dakwahnya, beliau tetap memiliki semangat untuk menyampaikan kebaikan kepada masyarakatnya. Bahkan ketika Allah SWT mempersilahkannya masuk ke dalam surga, beliau tetap menginginkan kaumnya memperoleh petunjuk dan ampunan dari Allah SWT. Dari kisah tersebut disampaikan pelajaran bahwa nasihat yang tulus dapat menjadi sebab turunnya maghfirah dan rahmat Allah SWT.

Kegiatan kajian rutin ini berlangsung dengan tertib, penuh kekhusyukan, dan mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa maupun masyarakat sekitar dapat memahami pentingnya adab dalam menasihati, memiliki sikap rendah hati, serta mampu menjadikan nasihat sebagai sarana memperbaiki diri dan lingkungan sekitar.

Demikian berita acara kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi resmi atas pelaksanaan Kajian Rutin Kemahasiswaan Institut SEBI.

Depok, 7 Mei 2026

 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top