
Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah melalui kegiatan kerelawanan. Menjadi relawan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, menerapkan ilmu yang dipelajari, serta berpartisipasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Dalam Islam, semangat tolong-menolong merupakan nilai yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Di Indonesia, potensi filantropi Islam terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan Outlook Zakat Indonesia (OZI) 2025 yang diterbitkan oleh BAZNAS, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dihimpun dan didayagunakan secara optimal. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk generasi muda, dalam memperkuat edukasi, penghimpunan, dan pemberdayaan masyarakat melalui program-program sosial.
Kerelawanan adalah kegiatan memberikan waktu, tenaga, pengetahuan, maupun keterampilan secara sukarela untuk membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan materi. Dalam Islam, aktivitas ini merupakan bagian dari ibadah yang mencerminkan nilai kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahan darinya pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut menegaskan bahwa membantu sesama merupakan amal yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, menjadi relawan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kerelawanan melatih mahasiswa untuk memiliki empati, tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan bekerja sama. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat membantu mahasiswa memahami berbagai persoalan sosial sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.
Menjadi relawan memberikan kesempatan untuk mengasah berbagai keterampilan seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen kegiatan, pemecahan masalah, hingga kemampuan beradaptasi. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui keterlibatan dalam lembaga sosial, mahasiswa dapat mempelajari pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara langsung. Pengalaman ini membantu meningkatkan literasi filantropi Islam sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tata kelola dana sosial yang amanah, transparan, dan profesional.
Lembaga filantropi seperti BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), maupun SEBI Social Fund membutuhkan dukungan relawan dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi masyarakat, penghimpunan dana, pendataan penerima manfaat, hingga pelaksanaan program pemberdayaan. Kehadiran mahasiswa dengan kemampuan teknologi dan kreativitas menjadi nilai tambah dalam memperluas dampak program sosial.
Menjadi relawan membuka kesempatan untuk bertemu dengan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, hingga sesama relawan dari berbagai daerah. Jejaring tersebut dapat menjadi modal berharga untuk pengembangan diri, kolaborasi, maupun peluang karier di masa depan.
Berbagai kegiatan kerelawanan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, dan kemitraan untuk pembangunan. Melalui aksi nyata di masyarakat, mahasiswa ikut berperan dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pengalaman sebagai relawan menunjukkan kemampuan kepemimpinan, inisiatif, tanggung jawab, dan kerja sama yang banyak dibutuhkan oleh dunia kerja. Selain memperkaya pengalaman organisasi, kegiatan kerelawanan juga menjadi nilai tambah dalam proses rekrutmen, beasiswa, maupun studi lanjut.
Saat ini terdapat berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti program edukasi, pendampingan masyarakat, pengelolaan media digital, penghimpunan dana, tanggap bencana, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Mahasiswa dapat bergabung dengan lembaga filantropi terpercaya, termasuk SEBI Social Fund, untuk berkontribusi sesuai minat dan kompetensi yang dimiliki.
Menjadi relawan sejak masa kuliah bukan sekadar kegiatan di luar perkuliahan, melainkan investasi untuk membangun karakter, meningkatkan kompetensi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam perspektif Islam, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas bernilai ibadah dan menjadi bagian dari amal saleh.
Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kerelawanan, mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri menjadi lulusan yang unggul, tetapi juga menjadi pribadi yang peduli, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Bersama lembaga filantropi seperti SEBI Social Fund, mahasiswa dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem filantropi Islam di Indonesia.