
Depok — Komitmen menghadirkan pendidikan yang berdampak kembali diwujudkan melalui dukungan SEBI Social Fund terhadap kegiatan kaderisasi mahasiswa Institut SEBI yang berlangsung pada 10–12 April 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam membangun generasi muda yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, serta siap memimpin di masa depan.
Sebagai lembaga filantropi kampus, SEBI Social Fund memandang bahwa beasiswa tidak cukup berhenti pada bantuan biaya pendidikan. Dukungan yang diberikan perlu diiringi proses pembinaan agar penerima manfaat memiliki kapasitas, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi. Karena itu, kaderisasi menjadi instrumen penting dalam memastikan dana yang dihimpun dari para donatur mampu melahirkan dampak jangka panjang.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan kaderisasi ini dikenal dengan nama Training Organization, yaitu kaderisasi tingkat 3 yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Program ini dirancang sebagai fase transformatif, dari mahasiswa yang semula berperan sebagai pembelajar menuju calon pemimpin yang siap mengemban tanggung jawab lebih besar di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Mengusung tema “From Learners to Leaders: Shaping Character, a Trustworthy Heart, Courage, and Critical Thinking for Future Leadership”, Training Organization menitikberatkan pada pembentukan karakter, penanaman nilai amanah, keberanian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Bagi SEBI Social Fund, kaderisasi seperti ini merupakan bentuk nyata social investment, yaitu penyaluran dana sosial yang tidak hanya menyelesaikan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Investasi pada manusia dinilai sebagai langkah paling strategis untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang diikuti oleh 129 peserta dan didukung 44 panitia ini berlangsung lancar setelah melalui masa persiapan selama kurang lebih 112 hari. Seluruh rangkaian disusun secara matang, mulai dari penyusunan konsep, persiapan teknis, hingga penguatan dukungan pendanaan agar pelaksanaan berjalan optimal.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Arifullah, menegaskan bahwa Training Organization bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang belajar yang sarat makna bagi mahasiswa baru.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali etika, budaya organisasi, kemampuan mengelola kegiatan, serta pentingnya kebersamaan dan keteguhan dalam setiap proses,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengalaman selama pelaksanaan menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Jadilah orang yang pintar dan benar, karena dunia ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi masih membutuhkan lebih banyak orang yang benar,” tambahnya.
Melalui dukungan berkelanjutan terhadap program pembinaan seperti ini, SEBI Social Fund berharap para penerima manfaat tidak hanya sukses secara personal, tetapi juga tumbuh sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi luas bagi umat, bangsa, dan masyarakat.
Training Organization 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dukungan beasiswa dan kaderisasi yang terarah dapat melahirkan pemimpin muda berintegritas, berdaya saing, dan siap melanjutkan estafet perjuangan di masa depan.

