Untung Kasirin, finance strategist berpengalaman 14 tahun dan alumni Institut SEBI, menuangkan pengalamannya mendampingi UKM dan perusahaan menengah ke dalam satu buku — yang kemudian diterbitkan bukan dengan modal biasa, melainkan dengan dana wakaf yang dikelola SEBI Social Fund.
| Diliput oleh Tim Relawan SEBI Social Fund | SEBI Hall, Depok · 09.00–11.00 WIB |
Ada yang berbeda dari peluncuran buku yang digelar di SEBI Hall pada Jumat, 24 April 2026 pagi itu. Bukan sekadar soal isinya — meski materi Jago Cash Flow memang padat dan aplikatif. Yang menjadikan agenda ini berbeda adalah siapa yang berdiri di balik penerbitannya, dan dengan modal apa buku ini lahir.
SEBI Social Fund (SSF), bekerja sama dengan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Institut SEBI dan SEBI Press, menerbitkan buku ini menggunakan dana wakaf. Artinya, setiap rupiah hasil penjualan tidak masuk ke kantong siapapun — ia mengalir kembali kepada mauquf alaih, penerima manfaat yang telah ditetapkan dalam akad wakaf. Membeli buku ini adalah ikut berwakaf.
“Bisnis tidak mati karena rugi — bisnis mati karena gagal mengelola cashflow.” Keyakinan inilah yang selama 14 tahun mendorong Untung Kasirin mendampingi UKM, startup, dan perusahaan menengah, dan kini ia tuangkan dalam satu buku yang lahir dari ekosistem wakaf.
Perjalanan seorang penulis: dari Brebes hingga mengelola ratusan transaksi harian
Untung Kasirin bukan penulis yang lahir dari menara gading akademik. Ia tumbuh di Brebes, salah satu kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Tapi ia memilih untuk belajar — dan memilih SEBI sebagai tempatnya.
| Untung Kasirin
Finance Strategist · Finance Manager, Master Kuliner Group · Alumni & Mahasiswa S2 Institut SEBI • 14 tahun pengalaman di bidang akuntansi dan keuangan syariah • Mengelola ratusan transaksi harian dari berbagai lini usaha di Master Kuliner Group • Sarjana Institut SEBI; kini melanjutkan S2 dengan konsentrasi Industri Halal dan Bisnis Syariah • Telah mendampingi UKM, startup, dan perusahaan menengah dalam membangun sistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan |
Kini ia menjabat sebagai Finance Manager di Master Kuliner Group, mengelola ratusan transaksi setiap hari dari berbagai lini usaha. Pengalaman panjang di lapangan inilah yang menginspirasi lahirnya Jago Cash Flow — buku yang memadukan logika finansial dengan pengalaman nyata, ditulis agar para pemilik usaha dapat memahami, mengelola, dan mengoptimalkan arus kas bisnis dengan lebih mudah dan percaya diri.
Isi yang membumi, langsung bisa dipraktikkan
Di hadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa, civitas akademika, dan pelaku usaha, Untung menegaskan bahwa indikator kesehatan keuangan yang sesungguhnya bukan pada angka laba di laporan, melainkan pada Operating Cash Flow — apakah kas operasional benar-benar positif atau hanya terlihat baik di atas kertas.
Ia mengajak peserta untuk mulai memisahkan rekening berdasarkan fungsi: rekening gaji, operasional, dan profit — dan mendistribusikan setiap pemasukan secara langsung ke masing-masing pos. Bagi pelaku UMKM yang belum terbiasa, langkah pertamanya sederhana: catat masuk, catat keluar, hitung selisih secara konsisten. Margin keuntungan ideal, ia tegaskan, sebaiknya berada di atas 30% agar usaha benar-benar berkelanjutan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta mengajukan pertanyaan yang mencerminkan tantangan nyata: bagaimana memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, kapan saat tepat untuk reinvestasi, dan bagaimana membaca apakah sebuah usaha benar-benar sehat atau sekadar tampak sibuk.
“Kegiatan ini memberikan wawasan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Materinya bisa langsung dipraktikkan.” — Syadafa, peserta kegiatan
Wakaf yang bergerak: model SSF dalam ekosistem kampus
Bagi SEBI Social Fund, ini adalah salah satu wujud nyata dari visinya sebagai filantropi Islam berbasis kampus. Wakaf tidak lagi diperlakukan sebagai aset yang diam — ia digerakkan menjadi modal yang menghasilkan ilmu, menyebarkannya, dan mengembalikan manfaatnya kepada mereka yang berhak.
| SKEMA PENERBITAN BUKU INI
Buku Jago Cash Flow diterbitkan menggunakan dana wakaf yang dikelola oleh SEBI Social Fund, bekerja sama dengan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Institut SEBI dan SEBI Press. Seluruh hasil penjualan dikembalikan kepada mauquf alaih sesuai akad wakaf. Pembelian buku ini adalah bentuk partisipasi nyata dalam ekosistem filantropi kampus yang dibangun SSF. |
Kegiatan ini turut didukung oleh SEBI Entrepreneur Community (SEC) dan Salimah, menjadikannya agenda lintas komunitas yang menyatukan dimensi akademik, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ruang yang sama.

