Jakarta – Institut SEBI melalui unit filantropinya, SEBI Social Fund (SSF), menjalin kolaborasi strategis dengan NICE Global dalam pembangunan asrama wakaf bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Rektor Institut SEBI bersama CEO NICE Global, Yousef Mubarak Salem, sebagai bentuk komitmen kelembagaan dalam penguatan wakaf pendidikan berbasis kampus.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Institut SEBI dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai Al-Qur’an. Asrama wakaf tersebut dirancang sebagai hunian sekaligus ruang pembinaan bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an yang sedang menempuh pendidikan di Institut SEBI. Program ini akan dikelola secara profesional oleh SSF sebagai penggerak utama filantropi kampus.
Direktur SEBI Social Fund, Aries Hermawan menyampaikan harapannya agar pembangunan ini menjadi investasi jangka panjang bagi umat.
“Mahasiswa penghafal Al-Qur’an adalah penjaga nilai dan peradaban. Asrama wakaf ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi ruang tumbuh yang kami siapkan agar mereka dapat berkembang secara akademik, spiritual, dan kepemimpinan. Ini adalah bentuk komitmen kami menghadirkan filantropi pendidikan yang berkelanjutan.”
Melalui dukungan pembiayaan sosial berbasis prinsip syariah dari NICE Global, pembangunan dilakukan dengan pendekatan yang akuntabel dan berorientasi jangka panjang. Model ini mencerminkan integrasi antara wakaf produktif, pendidikan tinggi, dan tata kelola keuangan sosial Islam modern.
Bagi SSF, pembangunan asrama wakaf ini memiliki nilai strategis:
- Menghadirkan hunian yang layak dan kondusif bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an
- Memperkuat sistem pembinaan berbasis nilai dan kepemimpinan
- Mengembangkan model filantropi Islam berbasis kampus yang berkelanjutan
Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam transformasi filantropi kampus, di mana wakaf tidak hanya dipahami sebagai aset ibadah, tetapi sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia unggul.

